Hold Me if You Dare
Chingu.. ini FF ketigaku yang aku post ^^ semoga kalian suka ne.. don't be a silent readers please ^^ gomawo..
Chingu.. ini FF ketigaku yang aku post ^^ semoga kalian suka ne.. don't be a silent readers please ^^ gomawo..
Cast:
- Kim Han Mi (OC)
- Cho Kyuhyun
- Lee Donghae
- Lee Hyuk Jae
- Yoon Min Ji (OC)
Aku Kim
Han Mi seorang mahasiswa di Kyung Hee University. Aku memiliki hal yang aneh
dalam diriku, aku bisa mendengar hantu bicara, aku bisa menyentuhnya dan bisa
melihatnya. Aku juga bingung dengan diriku, aku selalu mencari tahu penyebab
ini semua dan akhirnya aku menemukan titik terang yang aku butuhkan. Eommaku
bilang aku mendapatkannya dari harabeojiku yang dulu memiliki kemampuan
sepertiku. Jujur, dapat mendengar dan berbicara dengan makhluk beda alam sering
kali merepotkan. Saat aku duduk di kelas 3 SMP aku kehilangan semua temanku
karena aku bicara pada sesosok makhluk yang tidak terlihat, dan teman-temanku
menganggapku gila karena mereka melihatku bicara pada sebuah tong sampah. Tapi
hal ini malah lebih menyusahkan karena sekarang aku kuliah, dan hal itu
membuatku tidak memiliki namjachingu!
Aku berjalan ke Hanok yang aku sewa selama
hampir 2 tahun ini. Hantu-hantu disekelilingku terkadang membuatku gila! Mereka
tak ada henti-hentinya mengoceh! Sebenarnya aku bisa saja melepaskan keahlianku
ini, tapi eommaku menaruh harapan padaku. Aku tentunya tidak ingin mematahkan
kepercayaan eomma. “Kyuhyun ah!! kau jelek!! Apa maksudmu merobek majalahku?!!”
teriak Jang Min Ji, sesosok hantu gadis cantik yang aku temui 1 tahun yang
lalu, dia bilang dia mati karena memang sengaja dibiarkan mati di dalam ruangan
tertutup selama 3 bulan tanpa makan dan minum. Sadis memang.. dia juga bilang
jasadnya masih disana. Cho Kyuhyun, sesosok hantu namja yang SANGAT tampan tapi
juga Sangat menyebalkan! Aku menemukannya di depan hanok ini 2 tahun lalu
bersama hantu anak kecil yang bernama Choi Jae Min, jadi dia dan Jae Min adalah
hantu pertamaku setelah lulus SMA. Dia bilang dia mati karena dibunuh
sahabatnya sendiri saat sedang bertengkar memperebutkan seorang yeoja. Miris.
“YA!!! KALIAN BERDUA BERISIK!!” bentakku, Min Ji pun langsung menutup mulutnya
“mianhae Han Mi ah.. TAPI AKU KESAL!! KYUHYUN MEROBEK MAJALAH YANG KAU
BERIKAN!!! BUNUH DIA!!” jerit Min Ji “YA!! JANG MIN JI!! Pantas saja kau mati
seperti itu! Kau bodoh!! Kalian berdua itu berstatus HANTU!! Tidak bisa dibunuh
lagi!! Kau itu bodoh sekali! Apa menjadi hantu otakmu jadi menciut?! EOH!!
SEKARANG TUTUP MULUTMU!! Kau tahu berapa masalah yang sudah kau lakukan hari
ini?!” bentakku. Aku langsung berlari ke kamarku dan menghempaskan tubuhku di
kasur yang sebenarnya agak keras. “Han Mi ah.. mianhae..” ujar Min Ji tiba-tiba.
Kapan dia masuk? Ah! iya dia itu hantu, tidak perlu mumbuka pintu untuk masuk
kamarku, jadi seharusnya aku tidak butuh pintu disini! –everybody hates me, but you love me and i love you- mana ponselku?
Seingatku ada disini. Hoksi.. “JAE MIN AH!!! KEMBALIKAN PONSELKU!! JANGAN BUAT
AKU MELEMPARMU KELUAR!!” jeritku dan dalam sekejap sesosok hantu anak laki-laki
muncul di hadapanku. Dialah Jae Min yang aku bilang sebelumnya. Dia mati karena
terbunuh saat perang Korea-Jepang dulu. Sebenarnya dia JAUH LEBIH TUA dariku,
tapi karena dia masih anak kecil, jadi begitulah.. “siapa yang mengajarimu
melakukan hal ini? EOH?!” bentakku “mianhaeyo noona.. aku ingin benda ini, dia
menyala..” jawab anak kecil dihadapanku “tapi ini milikku, kau harus izin untuk
mengambilnya. Arasseo?” ujarku dengan suara yang lebih pelan “ne..” jawabnya
singkat dan langsung menghilang. ‘uri eomma’
“Han
Mi ah.. kau sudah makan?” tanya eomma diseberang sana
“ne..
eomma, aku lelah kita bicara nanti saja, ne? Annyeong.. saranghaeyo eomma”
“arasseo..
annyeong.. tidur yang cukup yaa” ujar eomma dan langsung memutus telepon kami.
Aku pun kembali menghempaskan tubuhku. “Han Mi ah, ada yang mencarimu” suara
itu lagi, mengapa mereka tidak bisa membiarkanku bahagia untuk sebentar saja?!
aku pun bangun dari kasurku dan berjalan menuju pintu depan “nuguseyo?” tanyaku
“bingkisan..” seru orang diluar, bingkisan? Siapa yang memberinya? Aku pun
membuka pintu di hadapanku “silahkan tanda tangan disini, agassi” ujar tukang
pos di hadapanku sambil menunjuk sebuah kotak di kanan bawah dengan ibu
jarinya, aku pun memencet pulpen ditanganku dan menanda tangani di tempat yang
ditunjukan tukang pos tadi “gamsanghamnida..” ujarku, tukang pos itu pun
langsung pergi. Aku duduk di sofa ruang tamu dan membuka bingkisan yang baru
kuterima. Sebuah botol kaca kosong pun menarik perhatian mataku “ige mwoya?”
gumamku, aku pun membuka botol itu dengan ragu. Begitu kubuka, asap pun
langsung keluar dari botol itu dan membuatku sadar ‘hantu’ aah, sial kenapa
harus datang lagi?! “annyeonghaseyo..” sapa sesosok hantu namja yang begitu
tampan! Tampan sekali! “ne, annyeonghaseyo. Ireumi nuguseyo?” tanyaku yang
masih setengah terpesona “jeo Lee Hyuk Jae-imnida.. tapi kau bisa memanggilku
Eunhyuk” jawabnya “aaa-aah.. geuraeyo.. Eunhyuk ssi, selamat datang” sapaku,
hantu di hadapanku pun tersenyum manis.
“Han
Mi ah, kau mau kemana?” suara itu lagi, Kyuhyun “wae? Apa urusanmu?” balasku
dengan ketus “kenapa kau ketus sekali? Aku kan bertanya baik-baik!!” protes Kyuhyun
“bukan urusanmu” jawabku “kenapa si hantu baru ini ikut denganmu?” tanyanya
sekali lagi “hissh! Bukan urusanmu! Aku ingin mengajaknya jalan-jalan” jawabku
sekali lagi “aku juga ikut!” serunya tanpa menunggu jawabanku Kyuhyun langsung
melingkarkan tangannya pada lenganku dan menarikku bersama Eunhyuk di
genggamanku. “agassi, ada apa denganmu?” tanya seorang penjual ddeokbokki
“aa-aniyeyo ahjumma.. annyeonghigaseyo..” jawabku dan langsung berlari pergi
menarik kedua hantu di tanganku. “Kyuhyun ah! Bisakah kau tidak mempermalukanku
sekali saja?! eoh?!” bentakku dan langsung melepaskan rangkulan tangan Kyuhyun
dan berjalan cepat bersama Eunhyuk. Aku mengajak Eunhyuk ke sebuah taman yang
sepi, dimana aku biasa mengajak hantu-hantu pengganggu semacam Kyuhyun kesini
karena jarang bahkan hampir tidak pernah ada manusia yang kesini. Seperti
biasanya aku memanjat sebuah pohon yang biasanya aku pakai duduk “Han Mi ssi,
hati-hati! Bagaimana jika kau jatuh?!” seru Eunhyuk yang ada di bawah
“geokjeongma.. aku sudah biasa melakukannya. Jaaa..” aku pun akhirnya menemukan
posisi duduk yang paling enak dan memulai pembicaraan “Eunhyuk ssi, mm.. kapan
kau meninggal??” tanyaku “mmm.. sekitar 2 tahun yang lalu. Sebelumnya aku
tinggal dengan seorang dukun. Tapi beberapa waktu lalu, dukun itu meninggal dan
murid-muridnya mengirimku padamu” jawabnya, tapi kenapa padaku? Apa mereka
mengenalku? Apa mereka mengenalku dari harabeoji? Tapi, apa gunanya aku
bertanya hal itu padanya. Dia mana tahu? “aaah.. geuraeyo.. kalau aku boleh
tahu, kau meninggal kenapa?” tanyaku dengan begitu hati-hati “aku.. aku
meninggal karena.. aku terbakar saat terjadi kebakaran di Gangwon” jawabnya
lirih “ne? Jadi kau korban jiwa itu? Yaa.. aku tidak tahu korbannya begitu
tampan. Dan kenapa kau masih belum kembali?” tanyaku sekali lagi “ne? Aah.. aku
ingin menemui yeojachinguku. Aku mohon, apa kau bisa menolongku?” jawabnya
“jadi kau punya yeojachingu?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba muncul di belakangku
“ne. Namanya Yoon Min Ji.. dia cantik, sangat cantik..” puji hantu dihadapanku
“aah.. geurayo?? Tentu aku bisa membantumu. Tapi apa yang akan kau lakukan
setelah bertemu dengannya?” ujarku “mungkin aku akan langsung pergi ketempatku
yang seharusnya.. aku hanya ingin bertemu dengannya” jawabnya sumringah. Aku
dan Kyuhyun pun menganggukan kepala kami tanda setuju untuk membantunya.
Setelah
mencari informasi tentang Yoon Min Ji selama hampir sebulan, kami pun pergi ke
Gangwon dan memulai pencarian. “hei Kyuhyun, kapan kau pergi?” tanyaku “kau kan
tahu misiku..” jawab hantu di sampingku. Oh iya, misi Kyuhyun adalah menemukan
yeojachingu baru. Tapi aku bingung bagaimana caranya? Dia sudah berstatus
hantu, bagaimana cara mendapatkan yeojachingu untuknya? “Eunhyuk ah, apa kau
yakin dia masih di Gangwon?” tanya Kyuhyun “menurut informasi yang didapat Han
Mi, yeojaku masih disana..” jawab Eunhyuk. “tapi, itukan informasi lama, itu
informasi yang terakhir diunggah hampir 2 tahun lalu. bagaimana jika dia sudah
memiliki namja lain dan pinda ke tempat lain?” tanyaku tiba-tiba “...” tapi Eunhyuk
hanya diam, apa aku mengatakan hal yang salah? Bagaimana jika dia marah padaku?
“mm-mianhae Eunhyuk ah.. aku tidak bermaksud untuk..” sebelum mendengarkan
kata-kataku Eunhyuk malah terbang dengan cepat meninggalkanku dengan Kyuhyun
sendirian. Dia marah. “Kyuhyun ah.. eotteohkeyo?? Dia benar-benar marah
padaku..” rengekku pada Kyuhyun di sampingku, tak berapa lama Kyuhyun menarikku
ke pelukannya yang dingin “gwaenchanha.. dia pasti sedang memikirkan cara
mengatasi apa yang kau katakan tadi..” bisik Kyuhyun tepat di telingaku.
“Eunhyuk
ah, apa kau yakin dia disini? Kita sudah mencarinya seharian. Apa kau tidak
melihat Han Mi sudah kelelahan?” seru Kyuhyun yang sedang merangkul tubuhku “aku
yakin! Han Mi ah, jika kau lelah kau pulang saja duluan!” serunya, apa dia baru
saja mengusirku? “Eunhyuk ah aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian disini!
Bagaimana jika kau hilang? Atau kau dilihat orang-orang. Disini juga banyak
dukun dan orang yang memiliki kemampuan sepertiku!” bentakku. Orang-orang pun
langsung melihatku dengan tatapan aneh “agassi, kk-kau bicara dengan siapa??”
tanya seorang ahjussi “aa-aniyeyo.. aku.. aku sedang bicara sendiri.
Jwiseonghaeyo..” ujarku dan langsung berlari dari kumpulan orang-orang yang
melirikku dengan aneh. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 11 malam, hantu itu
benar-benar gila!. “kemana anakku? Agassi.. apa kau melihat putriku?” tiba-tiba
sesosok hantu wanita mendekatiku dengan wajah yang mengerikan dan baju merah
muda yang ia kenakan, hantu itu berjalan terseok-seok dan semakin mendekatiku.
“AHJUMMA! KKA!” seru Eunhyuk dan Kyuhyun yang langsung terbang kehadapanku dan
mengusir hantu wanita itu “uri ddal.. uri ddal.. dimana putriku??” hantu itu
tetap merengek-rengek padaku “aa-ahjumma.. ppu-pputrimu a-ada disana” jawabku
lirih sambil menunjuk titik terjauh yang bisa aku tunjuk, hantu itu pun pergi
menuju arah yang kutunjuk dengan terseok-seok. Aku pun melanjutkan perjalanan
dengan Eunhyuk dan Kyuhyun di sampingku. Disaat aku sedang berjalan tiba-tiba
ada sesuatu yang menyentuh pundakku “Han Mi ah..” panggil sesuatu di belakangku
otomatis aku pun menengok “kau benar Han Mi ku..” ujar sesosok orang yang
sepertinya ku kenal dan MANUSIA bukan HANTU “Jj-Junho ah..” ucapku pelan. Dia
Junho temanku saat kecil “Han Mi ah!!” seru Junho dan langsung memelukku “ugh!!
Kau disini? Kau sedang apa?” tanyaku “aku tinggal disini..” jawab Junho dan
akhirnya melepaskan pelukannya “Han Mi ah, kajja kita pulang. Hantu ahjumma itu
datang lagi..” bisik Kyuhyun “Junho ya, kau segera masuk, ne. Sudah malam.
Annyeong..” pintaku “geurae annyeong..” seru Junho dan langsung masuk
kerumahnya. “Han Mi ah, ahjumma itu mendekat” bisik Kyuhyun tepat ditelingaku,
aku pun mempercepat langkahku “dia semakin dekat..” ujar Eunhyuk yang membuatku
begitu tercekat “agassi!! Agassi!! Agassi!!” jerit hantu ahjumma itu aku pun
menengok dan hantu ahjumma itu langsung berlari terseok-seok kearahku, aku pun
langsung berlari dengan hantu ahjumma itu masih mengejarku “Agassi!! Agassi!!
Kau pembohong!! Dimana putriku!! Kau mengambilnya dariku!!” jeritnya, aku pun
mempercepat lariku. Ada taxi!! Aku pun langsung masuk ke dalam mobil taxi yang
aku lihat dan telah menjadi sasaranku untuk berlindung dari ahjumma itu “ahjussi,
cepat bawa aku ke komplek hanok di Bukcheon” perintahku pada supir taxi yang
akan mengantarku pulang “ne, agassi” jawab supir itu dan langsung tancap gas.
Aku menoleh kebelakang untuk melihat hantu ahjumma itu “dia pergi..” gumamku
“ani. Masih ada..” bisik Kyuhyun “mana?” tanyaku “di sampingmu” bisik Eunhyuk,
aku pun menengok ke samping dan benar saja hantu itu masih mengikutiku,
otomatis aku menjerit “AAAAA!!!! EOMMA!!!” jeritanku mengagetkan supir taxi di
depan “wae geurae agassi?” tanya supir taxi “ani! Ppali ahjussi!! Lebih
cepat!!” perintahku sambil memukul jok supir itu, supir taxi itu pun
menurutinya dan membuat hantu ahjumma itu tertinggal di belakang. Tegang. Itu
yang aku rasakan, aku baru saja membuat hantu tua marah!!. “ahjussi, jika sudah
sampai tolong bangunkan aku, ne” pintaku dan langsung menutup mataku.
“agassi,
agassi.. sudah sampai” aku pun perlahan membuka mataku “ne? Aa-arasseo.. ini
uangnya” setelah memberikan uangnya aku keluar dari taxi. Aku langsung menuju
kamarku dan tidur. Baru sebentar aku tidur Kyuhyun sudah membangunkanku
“wae???!!” protesku “kau harus kuliah bodoh!!” seru Kyuhyun “majja!! Kuliah!!”
jeritku dan langsung berlari ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. Dan
setelah selesai aku langsung berlari keluar dan pergi ke Kyung Hee University.
“Han Mi ah.. kau sudah mau pulang?” seru
seseorang yang aku kenal, Lee Donghae dia sahabatku disini. Dan dia
satu-satunya orang yang tahu tentang kemampuanku, jadi dia bisa memaklumi jika
aku bicara sendiri “ne, Donghae ah.. annyeong..” seruku “ada misi yang harus
aku selesaikan” bisikku di telingannya, ia pun mengangguk dan aku langsung
berlari pulang.
“Kyuhyun
ah..” panggilku, entah mengapa hari ini aku ingin sekali bertemu dengan hantuku
yang satu itu “ne.. wae?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba ada di hadapanku “ani,
hanya ingin menyapamu. Min Ji dimana?” jawabku “Min Ji? Mm.. Han Mi ah, Min Ji
sudah pergi. Entah kenapa dia pergi meninggalkan hanok ini” jelas Kyuhyun pelan
“ne?! Hantu cantikku pergi? Apa dia tidak mengatakan apa pun? Kyuhyun ah,
jangan-jangan dia marah padaku?” otakku kosong rasanya, hantu cerewetku yang
cantik pergi? Dia sudah seperti sahabatku. Kami berbagi banyak hal, memang
seharusnya aku bahagia hantuku menghilang satu, tapi sekarang aku merasa sedih.
Benar-benar sedih kehilangan Min Ji. Aku merasakan tetasan air yang mulai
membasahi tanganku. Air apa ini? Apa hanok ini bocor? “Han Mi ah, uljima..”
ujar Kyuhyun dan langsung mendekapku dalam pelukannya yang memberikan sensasi
dingin menggelitik. Tunggu! Dia bilang menangis? Jadi, ini air mataku? “hikks,
hikks.. Kyuhyun ah.. uri Min Ji..” kenapa tangisanku malah makin kencang? tapi
aku benar-benar tidak bisa menahan rasa sedihku ini. Setelah hampir 30 menit
aku menenangkan diri, aku ingat tugas yang harus aku selesaikan “Kyuhyun ah, Eunhyuk
mana?” tanyaku “ne? Dia ada di kamarmu. Aku juga tidak tahu, sejak tadi pagi
dia tidak keluar dari sana” jawab Kyuhyun. Aku pun berjalan ke kamarku diikuti Kyuhyun
di belakangku “Eunhyuk ah, kajja! Kau bilang ingin mencari yeojachingumu kan?
Kajja! Sebelum gelap!!” seruku sambil berkacak pinggang “araa..” jawab hantu
diatas kasurku dengan malas dan langsung turun dari sana.
Kami
pun tiba di Gangwon, sebelum berkeliling mencari Yoon Min Ji aku pergi makan
siang. “Eunhyuk ah, kau yakin dia disini?” tanya Kyuhyun, Eunhyuk pun
menangguk. Setelah aku selesai, kami bertiga mulai berkeliling mencari Min
Ji-nya Eunhyuk. Hari mulai gelap tapi masih belum ada tanda-tanda Yoon Min Ji,
aku takut bertemu hantu ahjumma itu lagi! “Eunhyuk ah, kita sudah mencarinya
kemana-mana. Ini sudah mau malam. Aku takut bertemu hantu kemarin” ujarku
“benar. Eunhyuk ah, bagaimana?” tanya Kyuhyun yang ada disampingku. Aku duduk
di sebuah kursi taman, kakiku sakit sekali! “Kyuhyun ah, bukankah itu Min Ji?
Eoh? Bukankah dia Min Ji kita?” bisikku sambil menggoyangkan lengan Kyuhyun
“ne? Mana?” tanya Kyuhyun “itu disana”
jawabku sambil menunjuk seorang gadis yang berdiri di tepi jalan di seberang
kami “majja!! Ayo kita kesana” seru Kyuhyun dan langsung menarikku ke arah Min
Ji yang berdiri sendirian dan meninggalkan Eunhyuk sendirian. “Min Ji ah..”
panggilku “Han Mi ah.. Kyuhyun ah.. kalian sedang apa?” tanya hantu cantik yang
sangat aku rindukan “kami mencarimu!!” seruku dan langsung memeluknya, aku
tidak peduli apa yang orang-orang pikirkan sekarang. Tapi, aku baru saja
menemui Min Ji hantu si hantu cantikku. “kenapa kau meninggalkan hanok? Kau
tahu, Han Mi tadi menangis mendengar kau pergi” ujar Kyuhyun “mianhae, aku..”
sebelum Min Ji menceritakannya, Eunhyuk langsung memotong dan marah-marah “YA!!
kalian kenapa meninggalkanku sendirian?!!” bentak Eunhyuk. “eeo-eoh! Min Ji ah!
Yoon Min Ji!! Jagiya!!” seru Eunhyuk tiba-tiba saat melihat Min Ji “ne? Yoon
Min Ji? Dia Jang Min Ji bukan Yoon Min Ji!” protesku “ani!! Dia Yoon Min Ji!
Yeojaku! Yeojachinguku!!” seru Eunhyuk dan langsung memeluk Min Ji dengan
sangat erat dan Min Ji membalas pelukannya. Aku BINGUNG!!! “NE?!! JADI YOON MIN
JI ADA SEDEKAT INI DENGAN KITA?!! EOH?!!” jeritku tak percaya. Aku harus pergi
jauh-jauh ke Gangwon dan dikejar hantu ahjumma gila, padahal Yoon Min Ji ada di
hanokku?!. “Min Ji ah, coba jelaskan padaku. Apa karena Eunhyuk kau menjauhi
kami?” tanyaku, Min Ji pun mengangguk “mwo?! Kenapa kau tidak mengatakannya?!!
Kau tahu, aku harus dikejar hantu ahjumma gila disini!” bentakku “mminahae..
aku takut..” jawab Min Ji pelan “heissh!! Jinjja!! Kau juga Eunhyuk ah! Kenapa
kau bodoh?! Kenapa kau tidak mengenalinya sejak awal?! Eoh?! Kenapa kau harus
membuatku menderita?!” bentakku lebih keras “kenapa kau menyalahkanku?! Min Ji
selalu memalingkan wajahnya dariku!!” balas Eunhyuk “dan Min Ji ah, kenapa kau
mengganti namamu?” tanyaku “aku menikah dengan seorang namja kaya yang bermarga
Jang jadi otomatis namaku pun berubah” jelas Min Ji, dia bilang sudah menikah?
Yaaa.. ternyata aku memiliki hantu yang sudah berumah tangga “Jagi, kau sudah
menikah?!” seru Eunhyuk tak percaya “ne. Tapi aku tidak mencintai namja itu!
Aaku serius! Eommaku yang memaksaku menikah dengannya. Dan.. karena namja itu
juga aku meninggal” jelas Min Ji. “geurae! Sekarang sudah selesai aku mau
pulang! Ini sudah hampir pukul 11! Aku takut bertemu hantu ahjumma itu lagi! Kyuhyun
ah, uri jibe kajja!” pintaku. Saat sedang di jalan bersama Kyuhyun, Eunhyuk dan
Min Ji, jantungku bekerja sangat cepat begitu melewati jalan dimana aku dikejar
hantu ahjumma itu. Aku takut bertemu dengannya lagi! Dan benar saja! aku
bertemu dengannya lagi! “uri ddal.. uri ddal eodiya? Agassi.. agassi.. uri ddal
eodiya?? Hikks, uri ddal..” rengek hantu itu sekali lagi “ahjumma, aa-aku tidak
tahu siapa anakmu. Mungkin dia kearah sana” jawabku dan kembali menunjuk arah
terjauh yang bisa ku lihat “agassi!!!” seru hantu ahjumma dihadapanku dan
langsung mencekik leherku sepertinya dia masih mengingatku “kau pembohong!! Kau
menculik putriku!! Kembalikan dia!! Cepat!! Aaaaa!!!!” jerit hantu ahjumma itu,
Kyuhyun, Eunhyuk dan Min Ji langsung menarik tubuh hantu ahjumma dihadapanku
menjauh dan melepaskan cekikan di leherku. Min Ji dan Eunhyuk terus menahan
tubuh ahjumma itu sedangkan Kyuhyun berusaha menenangkanku. “kalung ini.
Ahjumma, kau mendapatkannya dari mana?” tanya Min Ji tiba-tiba, jangan bilang
Min Ji mengenal hantu ini! “eoh?? Aku.. uri ddal.. uri ddal..” tangis hantu ahjumma
itu, sepertinya itu kalung yang diberikan putrinya “EOMMA!!!” jerit Min Ji
tiba-tiba, tunggu! Eomma? Eomma katanya?! Mwo!!! Jika dia mengenal hantu ini
saja bisa membuatku gila, sekarang dia bilang hantu ini eommanya?!! Ya ampun
apa lagi selanjutnya?!! “Uri ddal? Min Ji ah.. Min Ji ah.. uri ddal..” tangis
hantu ahjumma itu sambil memegang wajah Min Ji, ck, ini gila! “eomma!! Hikks,
bagaimana?? Hikks, eomma!!” tangisan Min Ji juga menggelegar “Kyuhyun ah, ini..
apa ini?!!” bisikku “Han Mi ah, hantu ini benar-benar eommanya” jawab Kyuhyun “eomma,
eo-eotteohke? Hikks!! Eomma, kenapa kau begini?! Kenapa eomma ikut denganku?!!
Wae?!!!” bentak Min Ji “Min Ji ah.. kau tahu eomma tidak bisa hidup tanpamu.
Hikks, kenapa kau meninggalkan eomma?! Dasar kau gadis nakal!!!” bentak hantu
ahjumma itu sambil memukuli tubuh Min Ji dan langsung memeluknya. Setelah
beberapa saat, aku mengajak Eunhyuk dan Min Ji bicara “kalian akan disini atau
ikut aku kembali ke hanok?” tanyaku “Han Mi ah, aku sungguh berterima kasih
atas semua yang telah kau lakukan untuk kami. Tapi, aku rasa sudah waktunya
kami pulang dan tinggal bersama dengan eommaku juga ditempat yang seharusanya
kami tinggali. Aku sungguh berterima kasih padamu” ujar Min Ji, jadi dia sudah
mau kembali? “gg-geurae? Arasseo.. aku harap kalian bahagia bersama, ne..”
ujarku dan langsung pergi meninggalkan mereka dan pulang bersama Kyuhyun. Aku
segera masuk taxi, dan mencoba mencerna semua yang telah terjadi.
Hampir
1 jam kemudian aku tiba di hanokku yang penuh dengan kenangan dan menghempaskan
tubuhku di sofa dengan Kyuhyun disampingku “geurae, sekarang aku tinggal
mencarikan yeojachingu untukmu. Eissh! Kenapa kau memiliki misi yang sulit?!!”
protesku “bukankah mudah?” tanya Kyuhyun “kau pikir siapa yang ingin berpacaran
dengan hantu selain hantu yang lain?” seruku “kau” jawab Kyuhyun tiba-tiba
“MWO?! Cih! Jangan asal bicara! Kau tahu moodku sedang buruk sekarang?! Aku
tidak ingin bercanda, apa lagi candaan konyol seperti itu!” bentakku “ani. Aku
serius!” seru Kyuhyun tak kalah keras “MOLLA!! Aku lelah! Hissh!” bentakku dan
langsung masuk ke kamar. “noona..” panggil Jae Min dari balik pintu “wae?”
tanyaku dengan suara setenang mungkin “aku mohon jangan bertengkar dengan Kyuhyunnie
hyung. Aku takut” rengek Jae Min. Tiba-tiba Kyuhyun memasuki kamarku “Han Mi
ah, aku menyukaimu. Aku tahu ini aneh, tapi memang iya. Aku tahu kita berbeda,
tapi apa salah aku menyukaimu? Mungkin aku sudah berbeda alam denganmu, tapi
aku juga manusia dan aku bisa mencintai dan dicintai. Apa aku berbeda? Aku
bukan monster. Aku juga bukan malaikat pencabut nyawa. Kita sama, kau dan aku.
Kita manusia dan kita bisa mencintai” ujar Kyuhyun panjang lebar “Kyuhyun ah,
tetap saja! kau itu hantu! Aku manusia!” seruku, Kyuhyun terlihat begitu geram
dan benar saja ia langsung membuat semua kamarku bagai diterpa angin topan yang
begitu kuat “CHO KYUHYUN!!! GEUMAHAE!!!” perintahku “apa karena aku hantu kita
berbeda?!! EOH?!! Kalau begitu, aku akan membuat kita sama!!!” bentak Kyuhyun
dan langsung menatapku dengan tajam. Apa dia mau membunuhku? Eomma, aku takut!!
“ne? Aa-andwaeyo Kyuhyun ah!! jebal!! Aku masih ingin hidup!! Ireojima!!”
jeritku saat Kyuhyun perlahan mendekatiku “kau yang mengatakan kita berbeda.
Aku sudah bilang aku juga manusia!” bentak Kyuhyun tepat di depan wajahku,
jarak wajahnya dengan wajahku begitu dekat dan itu membuat jantungku berdebar
dengan kencang dan berbagai pikiran ia akan membunuhku berkeliaran di otakku.
Tunggu! Kyuhyun tidak membunuhku! Dia.. mengecup keningku? “kau pikir aku bisa
membunuhmu? Aku juga manusia Han Mi ah..” bisiknya dan langsung tertawa kencang
“BODOH!!!” jeritku dan langsung memukulinya, yang sebenarnya tidak berguna. Dia
sudah tidak bisa merasakan sakit lagi. Saat aku sedang memukulinya, Kyuhyun
malah memelukku dengan erat “jadi? Kita masih berbeda?” tanyanya “masih! Otakmu
dan otakku masih berbeda! Aku lebih pintar!” pamerku dan membalas pelukannya
“mwo?! Ketakutanmu tadi membuatmu jadi lebih bodoh dari pada aku, bodoh”
ledeknya dan langsung mengecup puncak kepalaku, dingin, tapi menyenangkan.
Hari
hampir pagi, dan aku mengantuk bukan main. Kyuhyun pun membawaku ke kamarku dan
membaringkan tubuhku di kasur bersama dengannya “sudah sana pergi” usirku
“wae??” tanyanya “kau namja dan aku yeoja. Tidak bisa. Sana keluar” perintahku
“tapi aku hantu. Jadi tidak masalah.. aku tidak bisa melakukan apa pun padamu.
Yaaa.. Ternyata perbedaan ini berguna juga..” jawabnya enteng dan otomatis aku
memukul dada bidangnya “aw!” jeritnya, dia bodoh! Dia itu hantu, bagaimana bisa
merasakan sakit? Bodoh! “kau bodoh! Kau kan hantu! Bagaimana bisa kesakitan?!”
ejekku, karena kesal Kyuhyun langsung memelukku dengan erat dan membuatku tidak
dapat bergerak.
Selama
8 bulan aku menjalin hubungan abnormal dengan Kyuhyun, sebenarnya rasanya sama
saja. Hanya saja aku tidak bisa memperlihatkannya pada orang-orang. Apa aku
salah menjalin hubungan ini? Sebenarnya misi Kyuhyun sudah selesai dari 8 bulan
lalu, tapi hubungan ini membuatnya tidak ingin pergi. Ini salah! Aku tidak bisa
menahannya disini! Aku tidak bisa menahannya dari keindahan surga yang
menunggunya disana. Kyuhyun punya tempatnya sendiri dimana dia seharusnya
tinggal! “Han Mi ah..” sapa Kyuhyun “wae?” jawabku dan tiba-tiba dia
menyodorkan sebuah kotak “apa ini?” tanyaku, Kyuhyun pun membuka kotak itu.
Cincin. “dari mana kau dapatkan ini?” tanyaku penasaran “aku menemukannya di
loteng. Aku ingin melamarmu” jawabnya. Melamarku? Ini salah!!! Tidak bisa! Dia
harus pulang! “ne? Melamarku?” tanyaku ragu-ragu “ne. Menikahlah denganku Kim
Han Mi” pintanya “Andwae! Kyuhyun ah, andwaeyo. Ini salah! Hubungan ini salah
dari awal! Kau harus ke tempatmu yang seharusnya. Kau tidak seharusnya disini”
tolakku “Han Mi ah. aku mencintaimu, aku bisa terus disini asal kau ada denganku.
Kita saling mencintai Han Mi ah..” ujarnya, Kyuhyun ah, geumanhae.. kau membuat
ini jadi lebih sulit!! “andwae Kyuhyun ah! kau sudah memiliki tempatmu sendiri.
Cinta kita ini salah! Kau harus ke tempatmu, dan aku harus di tempatku. Semua
di dunia ini memiliki tempat masing-masing! Kau harus ke tempatmu! Aku ini
bukan Tuhan yang bisa menahan arwah seseorang dari indahnya surga yang
menunggumu! Aku juga mencintaimu! Tapi ini salah! Jika ini tetap di lanjutkan,
Tuhan akan menghukumku seumur hidupku! Jebal, Kyuhyun ah.. pergilah. Lakukan
untukku. Kau bilang kau mencintaiku, maka kumohon lakukan ini. Dan pergilah
bersama Jae Min. Aku mohon.. hikks, Kyuhyun ah..” tangisku “hh-Han Mi ah.. kau
serius menyuruhku pergi? Kau yakin? Aku akan menanggung semua hukumanmu. Tapi
kumohon pikirkan kembali keputusanmu itu” pinta Kyuhyun “ani, Kyuhyun ah.
keputusanku sudah bulat. Kau tidak bisa terus berkorban untukku sekarang
giliranku berkorban, aku harus membiarkanmu bahagia. Pergilah” jawabku sambil
sesenggukan “aku bahagia bersamamu, Han Mi ah. dan aku tidak pernah berkorban
apa pun! Aku mencintaimu Han Mi ah. jebal..” pintanya sekali lagi dan itu
membuat ini semua jadi lebih sulit “ani! Aku tidak bisa! Pergilah!! Jika kau
mencintaiku lakukan hal ini untukku. Jebal Kyuhyun ah..” pintaku sambil memeluk
kakinya, aku mendongakkan kepalaku, namja yang kucintai menangis! “Kyuhyun ah,
kita pasti bertemu lagi nanti. Aku mohon.. aku ingin melanjutkan hidupku
seperti yeoja normal lainnya. Jebal..” aku memohon dan menguras habis semua air
mata yang ku punya, memang terdengar jahat tapi ini satu-satunya cara untuk
memintanya pulang ke tempatnya yang seharusnya “kau ingin bahagia? Geurae! Aku
pergi! Tapi, kau harus janji untuk bahagia! Jae Min ah, kajja kita pergi” seru Kyuhyun dan meraih tangan Jae Min
“noona..” tangis Jae Min aku pun meraih kepalanya dan mengelusnya untuk
terakhir kali “Jae Min ah, noona janji tak akan melupakanmu” tangisku. Aku juga
meraih wajah namja yang kucintai untuk terakhir kali dan mengelusnya untuk
mengingat semua lekukan wajahnya “Kyuhyun ah, hikks, mianhae.. hikks.. aku
janji aku akan bahagia. Aku akan bahagia untukmu. Untuk membalas semua
pengorbananmu untukku, hikks” ujarku sambil mengusap air mata yang membasahi
wajahnya yang sempurna, tangisannya membuatku merasa begitu bersalah! Air
matanya bagaikan pisau yang menyayat hatiku tiap mereka menetes. Aku pun
mendekatkan wajahku dengan wajah Kyuhyun dan menempelkan bibirku pada bibirnya
untuk terakhir kali, dengan penuh tangis dan kepedihan, bukan ciuman seperti
ini yang aku inginkan!. Sensasi dingin darinya yang akan aku ingat seumur
hidupku. Mataku tidak bisa berhenti mengeluarkan air mata begitu pun Kyuhyun yang
ada di depanku. Begitu bibir kami terlepas perlahan tubuh Kyuhyun dan Jae Min
memudar dan akhirnya hilang. Aku langsung terjatuh ke lantai kayu hanok yang
kini sepi, kosong dan semua yang ada disini tinggal kenangan semata. Kupeluk
lututku erat-erat dan mulai menangis mengeluarkan segala kesedihan dan
kehilangan yang membuat hatiku seakan-akan meledak. Air mataku tak kenal kata
berhenti, terlalu sakit untuk menahan tangisan ini. Tunggu, kotak itu! Ku usap
air mata di mataku yang membuat pandanganku begitu kabur dan langsung meraih
kotak yang sebelumnya Kyuhyun tunjukkan padaku. Cincin ini. Air mataku kembali
membasahi wajahku saat aku memasang cincin dari Kyuhyun pada jari manisku.
Kuciumi cincin di jari manisku sambil terus menangis dan mengerang sendirian.
Hanya cincin ini satu-satunya yang bisa menjaga Kyuhyun agar selalu disisiku.
Setelah
kejadian minggu kemarin, aku memutuskan untuk meninggalkan hanok ini. Aku
mungkin meninggalkan hanok ini tapi aku tidak akan meninggalkan kenangan
didalamnya dan janjiku pada Kyuhyun untuk bahagia begitu saja.
kenangan-kenangan itu terlalu berharga untuk ditinggalkan begitu saja. Kyuhyun
ah, aku janji dan aku akan memenuhinya. Janji! “Han Mi ah, sudah tidak ada yang
tertinggal?” tanya Donghae yang sedari tadi menolongku “ne. Kajja..” jawabku.
Dan bersiap untuk pergi meninggalkan hanok ini dan menjalani hidupku yang baru
tanpa hantu-hantu disampingku. Hanya ada Eomma dan Donghae di sampingku sekarang.
Merekalah yang akan membuatku bahagia dan mereka juga yang akan aku bahagiakan.
Kyuhyun ah, gomawo karena kau mau berkorban untukku sekali lagi. Dan aku akan
mempertanggung jawabkan semuanya. “kajja..” ujar Donghae yang tiba-tiba
merangkul tubuhku aku pun mengangguk dan Donghae pun membawaku masuk ke
mobilnya.
SELESAI

No comments:
Post a Comment